Ambon Menuju Kota Musik Dunia

ambon-wide

Kemarin dulu saya bertemu teman lama. Dia cerita kalau adiknya pernah ditempatkan di Ambon selama 2 bulan untuk tugas. Sekembalinya dari sana, dia (adiknya) jadi mendengarkan lagu-lagu Ambon. Di mobil dan di rumah, di mana-mana. “Kami sekeluarga sampai bingung”, kata teman saya.

Kalau sudah mengunjungi Ambon, rasanya tidak akan bingung deh. Saya teringat kunjungan ke ibukota Maluku tersebut minggu lalu. Suasana di Ambon memang magis dan lagu-lagu Ambon adalah bagian dari kemagisan pulau di bagian timur Indonesia tersebut.

Bakat Bermusik

Orang Ambon memiliki bakat natural yang luar biasa: bakat bermusik. Tidak semua orang mendapat bakat seperti itu. Karenanya, orang Ambon itu istimewa. Karena keistimewaan itu pula banyak orang Ambon yang sukses bermusik sejak jaman dulu hingga sekarang. Padahal hanya bermodal bakat, tanpa dukungan infrastruktur yang cukup.

Dari Bing Leiwakabessy sang maestro gitar Hawaiian, bang Daniel Sahuleka yang sampai merantau ke benua lain, hingga Glen Fredly, Ambon tidak pernah berhenti menyumbang bakat dan kesuksesan pada musik Indonesia.

Ambon Kota Musik

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, pada tahun 2011 pemerintah Kota Ambon mencanangkan Ambon sebagai Kota Musik dan melakukan berbagai upaya untuk meresmikannya. Sayang, tidak ada road map yang jelas. Jadi upayanya pun setengah-setengah. Dan tentunya upaya setengah-setengah tidak akan membuahkan hasil.

“Kota Musik” bukanlah sekedar jargon, tetapi sebuah strategi yang holistik. Makanya tidak semua kota bisa menjadi kota musik. Tapi Ambon, sudah punya bakatnya.

Hal ini menggelitik Ari Juliano, Deputi Fasilitasi HKI Badan Ekonomi Kreatif RI. Pertanyaan yang muncul dibenaknya adalah, “Kenapa gak sekalian aja Ambon memang dibuat menjadi Kota Musik?”. Dari situ, mewakili Bekraf, Ari menyatakan dukungannya untuk mengawal Ambon menjadi Kota Musik.

Tidak main-main, Bekraf juga menunjukkan komitmennya untuk memberikan setidaknya 3 hal, yang disampaikan Ari ketika bertemu dengan masyarakat musik dan budaya di kantor Wali Kota Ambon, tanggal 9 Agustus lalu yaitu:

1. Roadmap
Bekraf akan membantu menyusun roadmap untuk menjadikan Ambon sebagai Kota Musik, bersama-sama dengan pemerintah kota dan masyarakat seni dan budaya Ambon.

2. Anggaran
Bekraf, bersama-sama dengan kementrian lain, berkomitmen untuk membantu soal pembiayaan.

3. Regulasi
Bekraf akan ikut membenahi, bersama pemerintah pusat dan daerah, agar kota Ambon membuat regulasi yang ramah musik.

Menuju Kota Musik Dunia

Sebenarnya berlebihan kalau ada kata “Kota Musik” dan “Dunia” di dalam 1 kalimat. Karena pada dasarnya yang namanya Kota Musik itu pasti ada hubungan dengan internasional. Jadi hanya dengan menggunakan kata “Kota Musik” saja sebenarnya sudah cukup. Tapi karena sudah keburu banyak salah kaprah di Indonesia tentang istilah kota musik, yang sebagian besar orang kira hanya jargon belaka, atau memang tidak mengerti saja, maka ada kata “Dunia” mungkin membantu orang awam untuk mengerti. Juga berguna untuk masyarakat Ambon sendiri dan pihak-pihak yang berkepentingan, bahwa menjadi kota musik itu adalah sebuah kegiatan yang tidak main-main dan membutuhkan kerja keras yang efektif dan berkesinambungan.

Kick-off menuju kota musik dunia akan dilakukan pada tanggal 27 Oktober. Di sana akan diumumkan roadmap bagaimana Ambon akan mencapai status tersebut.

Best of luck, Ambon!

Catatan: Saya menjadi konsultan yang membantu Bekraf untuk mengawal Ambon menjadi Kota Musik.

, , , ,

No comments yet.

Leave a Reply