Pelajaran dari Fabric, sebuah Klab Malam di London

screen-shot-2016-11-22-at-5-53-52-pm

Fabric adalah sebuah klab malam ikonik di London yang ditutup bulan September lalu. Penyebabnya adalah kematian 2 pengunjung berumur 18 tahun yang meninggal karena pengaruh drugs, dan pemerintah setempat pun menarik ijin operasionalnya.

Berbagai pihak termasuk artis, DJ, hingga asosiasi industri, mengupayakan lewat berbagai inisiatif untuk membuat pemerintah berubah pikiran, karena klab malam tersebut dianggap berperan penting dalam perkembangan musik dance. Akhirnya setelah banding, kemarin diumumkan bahwa Fabric akan dibuka lagi.

Tak kurang dari Sadiq Khan juga mengucapkan selamat, lewat Facebook Page-nya Wali Kota London tersebut menyatakan:

Masalah yang dihadapi Fabric menunjukkan masalah yang lebih luas yang kita hadapi untuk melindungi ekonomi malam hari di London, sambil memastikan semua orang dapat menikmati dan terlindungi. Dalam delapan tahun terakhir, 50% dari klab malam dan 40% dari venue konser musik telah ditutup. Kejadian sejenis harus berhenti jika London ingin memastikan statusnya sebagai kota 24 jam dengan kehidupan malam kelas dunia.

London memang sedang berbenah untuk menjadi kota 24 jam. Wali Kota Khan juga sudah menunjuk Amy Lame sebagai pengurus ekonomi malam. Tugas Amy adalah memaksimalkan pertumbuhan dan impact ekonomi malam lewat kerjasama dengan pelaku bisnis, otoritas lokal dan masyarakat umum. Kerjasama tersebut tentunya harus diawali dengan pengertian bahwa ekonomi malam itu sangat penting. Dan jika ada masalah, maka pasti ada jalan keluar.

Seperti akun Twitter asosiasi industri malam UK pernah tweet, “Jika klab malam ditutup setiap kali ada masalah, makan suatu hari tidak akan ada yang tersisa”.

.

Hal sejenis juga pernah terjadi di Kota Bandung. Waktu itu ada perkelahian di klab malam, dan hasilnya jadi ada jam malam yang membatasi kehidupan warga. Ini seperti upaya menembak semut menggunakan pesawat tempur. Seharusnya ada penyelesaian masalah yang sepadan. Lewat pengurus ekonomi malam seperti Night Tsar di London atau Wali Kota Malam di Amsterdam, serta kemauan politis dari pemerintah setempat, maka pasti bisa dicarikan jalan keluar yang masuk akal untuk semua pihak.

Selamat, Fabric. Selamat, London.

, , , , , ,

4 Responses to Pelajaran dari Fabric, sebuah Klab Malam di London

  1. http://www.theyogaadventure.com/ 03/01/2017 at 9:56 pm #

    Okay, many comments are bubbling in my brain, but in the interest of brevity the first to surface gets typed. How very like you to be so chivalrous as to let your girlfriend win the spelling bee. Congrats on the awards!

    • I enjoy your blog very much as is (and I dislike change generally), but more importantly — it’s your blog, do what you like! I’ll still come here and read your words, however many of them you write!

  2. online kredit mit negativer 05/01/2017 at 4:17 am #

    That’s a genuinely impressive answer.

  3. Great common sense here. Wish I’d thought of that.

Leave a Reply