Mengelola Kemacetan Skala Masif ala kota Manchester, Tennessee

traffic-bonnaroo

Selama 360 hari setiap tahun Manchester, Tennessee di Amerika adalah kota yang sepi. Bagi lebih dari 50% orang Indonesia yang  hidup di pulau Jawa mungkin ini terdengar aneh: kota tersebut hanya dihuni 10.000 orang penduduk.

Yang menarik, selama beberapa hari di bulan Juni setiap tahun, kota tersebut menjadi kota terpadat ke 7 di Amerika, karena 80.000 orang datang untuk menikmati “Bonnaroo Music and Arts Festival“.

Tentunya infrastruktur yang ada di kota yang hanya berjarak 1 jam menggunakan mobil dari kota Nashville itu juga fasilitas untuk melayani orang dalam jumlah kecil. Termasuk, jalan-jalan yang kecil.

Dikunjungi begitu banyak orang tentunya otomatis menimbulkan masalah kemacetan. Terbukti di festival pertama kali di tahun 2002 yang dikategorikan sebagai “mimpi buruk” oleh Departemen Transportasi.

Bagaimana mengatasinya? Beberapa langkah strategis yang dilakukan pengelola festival bersama-sama dengan aparat dan pemerintah adalah:

  1. Persiapan yang matang: Seminggu sebelum acara, jalan-jalan yang biasanya dilewati pengunjung sudah dipersiapkan, termasuk memberitahu orang-orang yang tidak berencana mengunjungi festival untuk menghindari jalan-jalan tersebut.
  2. Infratruktur sementara: Banyak rambu dan tanda di jalan yang hanya dibuat untuk menangani masalah kemacetan Bonnaroo.
  3. Tim khusus: Ada sejumlah anggota tim terlatih yang disiapkan untuk membantu jika pengendara mengalami masalah seperti ban bocor, kehabisan bensin dan sebagainya.
  4. Meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi: Pengelola bekerja sama dengan perusahaan transportasi seperti Skedadle yang menyediakan bus khusus ke dan dari lokasi festival.

Hasilnya? Masih ada macet tentunya, karena mau tidak mau itu adalah bagian dari proses menikmati sebuah festival musik skala besar. Tapi tidak masuk kategori mimpi buruk lagi.

Sumber foto: Brooke (CC BY-SA 2.0).

, , ,

No comments yet.

Leave a Reply