Seoul Mengembangkan Wilayah “Mekah-nya K-Pop”

Mekah-di-Seoul

Seoul, ibukota Korea Selatan, sedang mengembangkan wilayah terlantar untuk menjadi pusat pengembangan genre musik K-Pop, yang mempopulerkan negara tersebut di kancah dunia.

Musik K-pop sudah menjadi bagian integral dari Korea Selatan, sampai-sampai mereka pernah memasangnya keras-keras untuk protes dan mengganggu pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, atas uji coba senjata nuklir mereka.

Kota Seoul akan mendirikan kompleks seni dan budaya di Changdong, di mana akan dibangun Seoul Arena, sebuah venue pertunjukan berkapasitas 20.000 tempat duduk. Pembangunan diperkirakan selesai tahun 2021. Gedung ini akan menyediakan pertunjukan sebanyak 200 hari sepanjang tahun. Dibangunnya museum K-pop atau gedung khusus untuk menikmati genre musik tersebut juga dipertimbangkan untuk dibangun, menurut seorang perwakilan pemerintah kota.

Mereka juga sedang melakukan studi kelayakan untuk membangun sekolah musik seperti Berklee College of Music untuk mengembangankan bakat dan potensi. Seoul menyatakan bahwa mereka belajar dari Liverpool (UK) dan Austin (Amerika) bagaimana membangun kota musik yang sukses.

Sebagai catatan, K-pop merupakan kontributor ekonomi yang sangat besar. Menurut penelitian dari Prof. Keith Howard dari University of London, negara tersebut mendapat return $5 dari setiap investasi $1 di industri K-pop. Pemasukan tersebut tidak hanya dari musiknya, tapi juga peran musik untuk menjual produk korea lainnya seperti ponsel pintar Samsung dan televisi. Pemerintah Korea Selatan memperkirakan K-pop berkontribusi $11 milyar kepada ekonomi di tahun 2014.

, , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply